Rabu, 05 Oktober 2011


A.    Defenisi Belajar
Berbagai ahli mendefisikan belajar sesuia aliran filsafat yamg dianutnya, antara lain sebagai berikut:
Ernes ER. Hilgard, mendefenisikan sebagai berikut:
Learning is the process by which an activity originates or is charged throught tranining procedures (wheter in the laboratory or in the natural environments) as disitinguished from changes by factornot attributable to training. Artinya, (seorang dapat dikatakan beajar kalau dapat melakukan sesuatu dengan cara latihan-latihan sehingga yang bersangkutan menjadi berubah) (riyanto, 2002) .
           Sedangkan menurut Walker (dalam Riyanto, 2002) belajar adalah suatu perubahan dalam pelaksanaan tugas yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman dan tidak ada sankut pautnya dengan kematangan rohaniah, kelelahan, motivasi, perubahan dalam situasi stimulus atau factor samar-samar lainnya yang tidak berhubungan dengan kegiatan belajar. Sedangkan menurut Winkel (1996: 53), belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis yang berkangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pegetahuan-pegalaman, keterampilan, dan sikap-nilai. Perubahan itu bersifat secar relative konstan dan berbekas.
           Cronbach menyatakan bahwa belajar itu merupakan perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman. Menurut Cronbach bahwa belajar yang sebaik-baiknya adalah dengan mengalami sesuatu yaitu mengunakan pancaindra. Dengan kata lain, bahwa belajar adalah suatu cara menggamati, membaca, meniru, mengintimasi, mencoba sesuatu, mendengar, dan mengikuti arah tertentu (dalam riyanto, 2002).
           Menurut Gagne dinyatakan belajar merupakan kecenderungan perubahan pada diri manusia yang dipertahankan selama proses pertumbuhan. Hasil ini dijelaskan kembali oleh Gagne (dalam riyanto, 2002) bahwa belajar merupakan suatu peristiwa yang terjadi didalam kondisi-kondisi tertentu yang dapat diamati, diubah, dan dokontrol.
           Lebih lanjut, Degeng (1997:3) menyatakan bahwa belajar merupakan pengaitan pengetahuan baru pada struktur konigtifyang sudah dimiliki sibelajar. Hal ini mempunyai arti bahwa dalam proses belajar, siswa akan menghubung- hubungkan pengetahuan atau ilmu yang telah tersimpan dalam memorinya dan kemidian menghubungkan dengan pegetahuan yang baru. Dengan kata lain, belajar adalah suatu proses mengubah performasi yang terbatas pada keterampilan, tetapi juga meliputi fungsi-fungsi, seperti skill, persepsi, emosi, proses berpikir, sehingga dapat menghasilkan perbaikan performansi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar